Gadget

Bagaimana Caranya Lepas Dari Gadget?

Kehidupan sebagian besar penduduk di muka bumi ini telah bergantung pada gadget. Mereka tidak dapat lepas dari gadget. Bahkan sudah banyak pula masyarakat yang berkata bahwa mereka merasa tiak tenang jika tidak membawa gadget ditangannya. Ya, memang tidak dipunjgkiri kemajuan teknologi telah mebuat gadget satu barang yang bisa membantu memenuhi hampir semua kebutuhan manausia.

Mulai dari fashion, game, makan, minuman, social media, internet, ebook, kesehatan, kecantikan, mungkin juga untuk mencari postingan kerohanian. Fitur-fitur gadget seperti smartphone, notebook, dll selalu diperbarui dan dikembangkan. Tak heran, jika manusia semakin tidak bisa lepas dari gadget

Untuk menghindari kecanduan gadget, simak tips sederhana berikut tentang bagaimana caranya lepas dari gadget

  1. Mencari Kesibukan
    Cara lepas dari gadget yang pertama adalah dengan mencari kesibukan lain yang menjadi hobi anda. Biasanya kita cenderung mengoperasikan gadget ketika kita sedang menganggur atau tidak ada kerjaan untuk menghilangkan rasa bosan. Sebenarnya rasa bosan ini dapat diatasi dengan cara mengerjakan tugas-tugas rumah, dengan mengobrol dan bercanda langsung dengan teman, tetangga. Dengan melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan produktivitas diri kita, seperti belajar memasak, mebaca buku, novel, dll.
  2. Mematikan notifikasi
    Cara lepas dari gadget selanjutnya dengan menon- aktifkan ponsel atau mematikannya, ketika kita sedang melakukan aktifitas. Karena sebagian besar masyarakat akan penasaran dan tidak tenang tentang isi pesan dari notifikasi. Hal ini lah yang membuat kita berkutat edengan ponsel berkali-kali.
  3. Sadar waktu
    Cara lepas dari gadget juga dengan sadar akan waktu. Kita harus bisa membatasi diri, ketika waktunya berkumpul dengan teman atau keluarga sebaiknya tidak membawa gadget.

Kita harus melatih diri kita sedikit demi sedikit untuk lepas dari gadget. Gadget yang semula berfungsi untuk membantu kegiatan manusia bisa saja malah membawa dampak buruk seperti anti sosial, mengganggu kondisi fisik dan psikis manusia, kejahatan, kriminal, dll. Jika kita terlau mengikuti gaya hidup yang ditampilkan bisa saja kita terjerumus pada tindak kejahatan seperti menipu, dll

admin (Author)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *